Powered By Blogger

Minggu, 12 Oktober 2014

Laki-laki dan Perempuan

Allah swt. telah menetapkan kebijaksanaan-Nya menciptakan manusia berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dari seorang laki-laki (Nabi Adam) dan seorang perempuan (Siti Hawa) berkembanglah manusia menjadi semakin banyak, sebagaimana firman-Nya yang artinya: " Hai, sekalian manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan berkembanglah keduanya menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. Bertakwalah kepada Allah, tempatmu sekalian memohon. Dan takutlah untuk tidak memutuskan hubungan kepada keluarganya. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Meneliti."

Kebijasanaan ini adalah kebijaksanan Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengatur, yang tak mungkin tersalahkan, tak mungkin terkalahkan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun. Segalanya pasti tidak bisa tidak berlaku menurut garis kebijaksanaan ini.

Manusia dan alam semesta tinggal berlaku, berbuat, dan berusaha di garis kebijaksanaan ini, munurut petunjuk dan pranata-Nya, semi kesejahteraan manusia sendiri dan terpeliharalah alam semesta.

Alah telah menetapkan kebijaksanaan-Nya pula, mencipta laki-laki dan perempuan dengan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan. Masing-masing dicipta sedemikian rupa sehingga keduanya dpt bekerja sama di dalam kebedaan dan kesamaan untuk melaksanakan tugas sebagai khalifahdi bumi Allah, sebagai makhluk yang paling besar peranannya memelihara seluruh kehidupan.

Pergaulan Antarjenis

Tegas, mutlak,tak ada dispensasi, tak ada tawar - menawar, Islam melarang keras berbuat zina. Untuk itu segala jalan menuju perzinaan ditutup. Perzinaan harus dicegah dengan segala macam cara. Cara-cara represif (tindakan atas pelanggaran) dan cara preventif ( usaha pencegahan).
Segala pembatasan yang diadakan oleh agama Islam di dalam pergaulan antarjenis (laki-laki dan perempuan) semua berlandaskan kepada prinsip penutup jalan ke arah perzinaan. Antara lain:
  1. Menutup aurat (termasuk di dalamnya cara berpakaian).
  2. Larangan persinggungan fisik antarjenis.
  3. Larangan bersunyi-sunyi (berduaan) antarjenis.
  4. Dan lain-lain.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Peranan perempuan

Peranan perempuan di dalam berbagai bidang kehidupan, kiranya tidak perludiragukan lagi. Bukan saj di dalam bidang biologis dan ilmiah, tetapi di dalam bidang-bidang kehidupan yang lain, di dalam bidang apa saja yang kaum laki-laki punya peranan. Tentu saja ada perbedaan besar kecilnya peranan di dalam suatiu bidang tertentu, sesuai dengan sifat-sifat yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Adakalanya di sesuatu bidang, perempuan punya peranan lebih besar dan ada kalanya di bidang yang lain, laki-laki punya peranan lebih besar.
Kecilnya peranan pada suatu bidang tertentu, tidaklah berarti kelemahan secara keseluruhan, karena pada bidang yang lain lebih basar. Umpamanya:
  • Peranan laki-laki di bidang pencarian nafkah, lebih besar.
  • Perana perempuan di dalam bidang pendidikan anak serta pemeliharaan, lebih besar.
  • Peranan laki-laki dan perempuan di dalam memelihara kesejah teraan keluarga/rumah tangga, lebih besar.
Secara keseluruhan, peranan perempuan dan laki-laki di dalam semua bidang kehidupan sama besar.
Perbedaan besar kecilnya peranan ini, sesuai dengan perbedaan sifat dan keadaan masing-masing, tegasnya sesuai dengan kebijakan Allah Yang Maha Bijaksana dan Mahakuasa.
Tidak ada satu segi/bidang kehidupan manusia yang tidak memerlukan peranan perempuan, langsung atau tidak langsung, karena memang sekian banyak segi/bidang kehidupan manusia itu satu sama lain selalu ada hubungannya, tidak ada yang secara mutlak berdiri sendiri.
Nilai peranan manusia adalah prestasi. Prestasi tertinggi hanya tercapai kalau perana itu sesuai dengan sifat, bakat, dan hasrat. Tidak ada bidang kehidupan yang sama sekali tidak memerlukan peranan perempuan.